Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Belasan Pendemo Nyaris Ricuh

18 April 2013 | 18:30:00 WIB

▶ Irwan Gusnadi Terancam Dipecat

18 April 2013 | 11:30:00 WIB

▶ Potensi Rp 10 Miliar Melayang

18 April 2013 | 20:30:00 WIB

▶ 10 IUP Diduga Masuk Hutan Konservasi

18 April 2013 | 19:25:00 WIB

▶ Pembakaran Lahan di Jambi Menurun

18 April 2013 | 20:30:00 WIB

▶ 22 Orang Terjangkit HIV/AIDS

18 April 2013 | 19:25:00 WIB

▶ Tempel Revolver ke Kening Zaudi

18 April 2013 | 12:00:00 WIB

▶ Polres Bungo Tangkap Bandar Sabu

18 April 2013 | 13:00:00 WIB

▶ Masalah Aset Jadi Catatan BPK

18 April 2013 | 22:00:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM,
MUARA BUNGO, Jaringan LPSE di Kabupaten Bungo susah diakses akibat disambar petir beberapa hari yang lalu. Hal ini mengganggu proses lelang proyek melalui Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Elektronik (LPSE).

Menurut staf Humas Setda Bungo yang mengelola LPSE, Beni, LPSE Bungo selalu online. Apabila jaringan dalam kondisi off line, itu disebabkan beberapa faktor diluar kemampuannya sebagai pengelola.

Disebutkannya, beberapa factor tersebut adalah saat listrik tiba-tiba mati. Kemudian adanya trauble yang disebabkan factor alam seperti terjadinya sambaran petir yang mengakibatkan hardware pada server LPSE mengalami kerusakan. “Kalau diluar itu, LPSE selalu online,” katanya.

Saat ini, katanya, ada petir yang menyambar dan menyebabkan lonjakan arus listrik mendadak sehingga mengakibatkan kerusakan pada rangkaian electronic server ini. “Kejadian hari Sabtu pekan kemarin. Kita tahu pas hari  Minggunya. Karena pembelian alat tidak bisa dilakukan langsung begitu saja. Senin kita usulkan pembelian, dan sorenya diperbaiki dan malamnya sudah online lagi. Ini bukan kesengajaan, tapi karena ada kerusakan pada hardwarenya,” katanya.

Lebih  lanjut, dirinya mengatakan bahwa server LPSE sudah beberapa kali tersambar petir. Selain hardware pada server, penangkal petir di lokasi ini juga beberapa kali mengalami kerusakan. “Kita usulkan untuk pengadaan penangkal petir yang benar-benar bagus, agar kedepan kejadian seperti ini bisa diminimalisir,” tuturnya. (sumber: jambi ekspres)