Halaman 1 dari 1

BACA

▶ Terkenang Almarhum yang Berwawasan Luas

22 Maret 2014 | 17:00:00 WIB

▶ Kronologis Dosen Unja Meregang Nyawa di Mobil

22 Maret 2014 | 06:15:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM, Dosen Fakultas Ekonomi Universitas Jambi (Unja) yang juga staf ahli DPRD Provinsi Jambi, Syamsuddin (54) kemarin menghadapi sakaratul maut saat berada di dalam mobil BH 1076 AJ. Dosen yang dikenal ramah ini ditemukan dalam keadaan sudah tak bernyawa saat parkir  depan ruko 1516 pasar Mama Puri Mayang sekitar pukul 12.10 WIB.

Tak pelak, hal ini membuat heboh para pengguna jalan. Bahkan sempat memacetkan jalan didepannya.  Safrul security Pasar Mama, yang pertama kali menemukan jenazah, mengatakan,kalau mobil Avanza tersebut sudah terparkir di lokasi itu sekitar jam 10.00 WIB.

Tadinya Safrul bermaksud ingin menegur pengendara Avanza karena bagian bemper depan mobilnya menabrak koridor keramik pembatas parker. Namun saat Safrul menghampiri terlihat seorang pria paruh baya sedang tertidur dengan kondisi mata tertutup topi dan mulut yang menganga. Ketika ditegur beberapa kali  lelaki itu tidak menyahuti teguran Safrul. Makanya,  Safrul mengambil keputusan kalau ada yang tidak beres dengan pria tersebut.

“Saya tegur beberapa kali dengan mengetuk kaca mobil, namun tidak bangun, jadi saya rasa ada yang tidak beres dengan bapak ini, kemudian saya langsung lapor ke Polsek kota baru, kebetulan juga Kapolsek kota baru rumahnya berada di Puri Mayang” ujar Safrul kepada media ini.

Lebih lanjut Syafrul mengatakan, Syamsudin memakai kostum olahraga. Dia memperkirakan Syamsudin tersebut habis main Badminton. Dalam waktu beberapa lama tidak ada satu pun orang yang berani menyentuh pria tersebut. Kemudian datang petugas dari kepolisian dan memastikan kalau Pria itu sudah tidak bernyawa lagi.

“Bapak itu dibawa memakai ambulance, juga ada temannya yang dosen Unja juga datang ke lokasi langsung menghubungi keluarga almarhum ” terang Safrul.

Sementara itu, Kapolsek Kota baru, Kompol Hartono, mengatakan, korban pertamakali ditemukan oleh seorang petugas security. Diperkirakan, korban sudah meninggal dunia sekitar satu jam sebelum ditemukan.

"Di tempat korban ditemukan kan tidak boleh parkir, lalu petugas security sekitar pukul 11.00 WIB menegur korban, agar memindahkan kendaraannya. Namun saat itu korban tidak bangun-bangun, lalu dilaporkan ke polisi,"ujarnya.

Korban langsung di bawa ke rumah sakit umum Raden Mattaher. Tidak beberapa lama berada di RS, keluarga korban langsung menjemput korban. “Sementara korban diduga tewas di akibatkan terserang penyakit jantung” pungkas Hartono.

sumber: jambi ekspres