Halaman 1 dari 2

BACA

▶ Calo PNS Diciduk Polisi

09 Februari 2014 | 12:00:00 WIB

▶ Hari Ini, Honorer K2 Diangkat CPNS

09 Februari 2014 | 06:30:00 WIB

▶ Tahun Ini, Empat Daerah Terima CPNS

09 Februari 2014 | 06:00:00 WIB

▶ Ratusan Honorer K2 Bermasalah

09 Februari 2014 | 08:00:00 WIB

▶ Sejumlah CPNS Tertipu Ratusan Juta

09 Februari 2014 | 06:00:00 WIB

▶ Honorer Bermasalah Segera Diumumkan

09 Februari 2014 | 06:00:00 WIB

▶ 2014, Disiapkan 100 Ribu Kursi CPNS

09 Februari 2014 | 07:00:00 WIB

▶ 59 Ribu Honorer K2 Kemenag Segera Diumumkan

09 Februari 2014 | 08:30:00 WIB

▶ Formasi CPNS Belum Jelas

09 Februari 2014 | 17:35:00 WIB

JAMBIUPDATE.COM, Bisa dibilang kinerja Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) amburadul dalam mengurusi pengumuman kelulusan hasil tes CPNS dari honorer kategori dua (K2).

Untuk kesekian kalinya, pengumuman honorer K2 tertunda dan dijanjikan akan diumumkan besok (10/2). Padahal, usai rapat kabinet Jumat (7/2), MenPAn0RB Azwar Abubakar sudah mengeluarkan pernyataan pengumuman Sabtu (8/2). Bahkan,  Karo Hukum dan Komunikasi Informasi Publik (KIP) Herman Suryatman menjanjikan mulai Jumat malam sudah diumumkan bertahap.

Sabtu dinihari, Herman meralat pernyataan. "Tim IT masih bekerja terus. Datanya sebagian sebenarnya sudah bisa ditayangkan dan diserahkan kepada JPNN (grup koran ini yang ikut mempublikasikan pengumuman, red) untuk diupload. Namun, karena dua hari waktu yang panjang bagi honorer untuk menunggu, makanya atas pertimbangan pak menteri, semuanya diumumkan Senin besok," tuturnya.

Dia beralasan molornya lagi pengumuman karna data yang diserahkan Panselnas harus dikonversi lagi satu persatu-satu. Dijanjikan, Senin besok seluruhnya akan diumumkan, honorer K2 instansi pusat dan daerah.

Alasan lain, jika diumumkan Sabtu, sementara sabtu-Minggu libur, bisa memancing reaksi honorer K2 di daerah yang tidak puas jika pengumuman hanya sebagian saja. Sayangnya, dia tak menjabarkan apa maksud kalimat itu.

Sekretaris SesmenPAN-RB Tasdik Kinanto menambahkan, molornya pengumuman karena pemerintah tak mau gegabah. Dia berdalih, lembar jawaban tes kompetensi dasar (TKD) honorer ternyata rata-rata tidak terbaca komputer sehingga harus dicek secara manual satu per satu. "Ini tidak bisa pakai komputer saja, tapi harus ditongkrongi satu demi satu," katanya Sabtu (8/2). Belum lagi nomor dan nama peserta tes banyak yang tidak jelas sehingga dibutuhkan waktu untuk mencocokkannya.